www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

no image

Posted by On 4:37 PM

Hanif Wicaksono, Penjaga Buah Langka Kalimantan

Liputan6.com, Banjarmasin - Penebangan hutan untuk perkebunan karet dan kelapa sawit terus meluas di bumi Kalimantan. Belum lagi pembukaan lahan pertambangan batubara, emas, biji besi dan pembabatan hutan lainnya yang dapat mengamcam kehidupan ribuan spisies tanaman.

Sistem pertanian ladang dan perkebunan yang memanfaatkan herbisida juga memiliki andil yang cukup besar dalam pemusnahan aneka plasma nutfah yang sebenarnya kekayaan yang tak ternilai. Keikhawatiran yang besar akibat kegiatan tersebut adalah buah-buah endemik Kalimantan bisa terancam musnah.

Dari sekian orang yang merasa perihatin akan hilangnya kekayaan alam tersebut satu di antaranya adalah Hanif Wicaksono, pemuda kelahiran Blitar 18 Agustus 1983.

Pemuda berpenampilan sederhana yang bertugas di pedalaman Kalimantan Selatan sebagai seorang tenaga penyuluh program Keluarga Berencana (KB) tertarik atas keberadaan buah-buah endemik ini.

  • Ketika Pemuda Jadi Relawan dan Menghempas Hedonisme
  • Kisah Pemuda Suku Kamoro, Tinggal di Gorong-gorong Hingga Bergelar Doktor
  • Temuan Jimat dan Keanehan Peserta Tes CPNS di Jember

Waktu demi waktu dia terus memperhatikan keberadaan buah-buah endemik tersebut, seraya melakukan pembibitan satu jenis ke jenis lain beberapa tahun belakangan ini.

Tadinya pembibitan dilakukan hanya iseng saja, namun kemudian dia mengaku ketagihan, dan sekarang berniat menyelamatkan plasma nutfah buah-buahan itu sebagai satu kewajiban.

Salah satu lokasi yang menjadi pusat penelitiannya adalah Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam suatu penjelajahan di kawasan Marajai seraya mengindentifikasi aneka buah-buahan yang ada di kawasan tersebut, hasilnya mencengangkan, sungguh kekayaan yang luar buasa.

Ditemani Kepala Desa Marajai Adis Setiawan, tim kecil itu mencoba memperhatik an setiap pohon satu per satu sambil membidikkan kamera ke aneka buah yang bergelantungan di atas pohon-pohon tersebut. Banyak buah-buah yang terlihat dan yang sulit ditemui di wilayah lain.

"Kita bersyukur masih ada lokasi lahan yang ditumbuhi aneka buah-buah khas Kalimantan, karena tidak dijadikan kebun karet unggul dan sawit sebagaimana lahan-lahan lainnya di wilayah ini," kata Hanif Wicaksono yang masuk nominasi tujuh terbaik "Satu Indonesia Award" 2018, dilansir Antara.

Lantaran masih tersedianya pohon-pohon buah itu, maka Desa Marajai merupakan wilayah penghasil buah-buahan jenis langka, kata pemuda yang sebenarnya sarjana ilmu komunikasi tersebut. Untuk jenis durian saja mungkin wilayah Marajai yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pedagang durian di Balangan.

Beragam durian di Marajai, ada durian berkulit merah yang disebut lahung (durio dulcis) ada durian kuning yang disebut mantaula (Durio kutejensis), ada durian berkulit warna hijau tua, berduri lancip panjang yang disebut mahrawin (Durio oxleyanus), dan aneka jenis durian lainnya.

2 dari 3 halaman

Beragam Buah

Ada pula sembilan jenis tarap-tarapan, seperti kulidang (Artocarpus lanceifolius ), puyian (Artocarpus rigidus) dan lainnya. Buah lainnya yang teridentifikasi di desa bagian dari Pegunungan Meratus tersebut adalah Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus), luying/luing (Scutinanthe brunnea).

Kemudian juga ada buah kapul (Baccaurea macrocarpa), kalangkala (Litsea garciae), gitaan / tampirik (Willughbeia angustifolia) dan kumbayau ( Dacroydes rostrata).

Semua yang terindentifikasi tersebut di atas bisa dikatakan sudah langka dan sulit ditemui di daerah lain. Kalimantan Selatan ini termasuk penghasil buah-buahan dengan sekitar 40 spices rambutan, 30 jenis durian, dan puluhan pula species mangga-manggan dan la innya.

Untuk pembibitan guna menyelamatkan buah-buah khas Kalimantan tersebut, Hanif menyisihkan gajinya untuk merintis pembibitan Tunas meratus (konservasi tanaman buah asli Kalimantan) beralamat Jl H M Yusi no 71 Gambah Luar Muka, Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

"Ketika pindah dari Jawa Timur ke Kalsel tahun 2011 saya menemui berbagai macam buah yang tidak pernah saya lihat di Jawa, hal ini semakin menarik ketika ternyata masyarakat lokal banyak yang belum pernah melihat pohon dari buah-buahan tersebut," katanya.

Tujuan program ini adalah menyelamatkan, mengenalkan dan membudidayakan buah asli Kalimantan karena buah endemik ini sangat layak untuk dibudidayakan namun hingga saat ini masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat luas.

Program ini dibuat untuk membantu pemangku kepentingan dalam menyusun kebijaksanaan baik bidang sumberdaya alam, kehutanan, lingkungan hidup, dan holtikultura. Untuk masyarakat agar lebi h mengenal kekayaan dan keragaman sumberdaya genetik serta membantu memberikan pilihan alternatif konsumsi buah nusantara.

"Didorong rasa senang terhadap tanaman dan bumbu penasaran mulailah saya menjelajah untuk mencari asal dari buah tersebut. Semakin lama ternyata buah yang saya temui semakin banyak dan beragam akhirnya terfikir untuk mengumpulkan tanaman tersebut hingga saat ini," katanya.

3 dari 3 halaman

Posisi Strategis Pohon Buah

Selama lebih dari lima tahun berjalan program ini hanya pernah mendapat bantuan sekali untuk membuat sebuah nursery dari BPTP Kalsel. Selebihnya berjalan dengan menyisihkan dana pribadi.

Kegiatan Tunas Meratus adalah konservasi buah hutan Kalimantan. Salah satu alasan kenapa memilih buah, karena ketika menanam pohon buah masyarakat akan cenderung untuk memelihara. Berbeda bila menanam pohon kayu yang pastinya akan dipanen dengan cara ditebang.

Jadi pemikirannya adalah mempertahankan pohon selama mungkin di mana pohon yang satu itu akan menghasilkan pohon-pohon yang lebih banyak lagi. Secara ekonomi tentu buah akan mempunyai hasil yang berkelanjutan.

Contohnya seperti ini, kasturi (Mangifera casturi) adalah flora identitas Kalimantan Selatan akan tetapi di Kalimantan sendiri tidak ada kebun kasturi maupun orang yang mengebunkan kasturi semua dari hasil alam. Sedangkan di California, kasturi dan beberapa Mangifera endemik asal Kalimantan ini justru sudah di budidayakan.

Belum lagi banyaknya orang-orang luar negeri terutama dan Eropa dan Amerika Selatan yang menghubungi untuk mendapatkan berbagai benih.

"Buat saya ini aneh sekali dimana buah yang saya dapat banyak yang tidak diketahui masyarakat umum, kalaupun ada itupun di pandang sebelah mata di negeri sendiri tetapi malah jadi target buruan di negri orang." tambahnya.

Persoalan ini yang membuat ia semakin ingin mengenalkan buah-buahan lokal ke masyarakat umum secara luas dan tentunya akan berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat yang mau mengembangkanya.

Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan buah lokal. Buah baru untuk diselamatkan sekaligus untuk dikelola dengan basis pemberdayaan untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Seorang pria di Desa Jaya Karet, Kalimantan Tengah, nekat membakar rumah dan toko bangunan milik warga. Diduga dendam perselingkuhan menjadi penyebab amarah pria tersebut.

Sumber: Berita Kalimantan Selatan

no image

Posted by On 4:37 PM

Hanif Wicaksono, Penjaga Buah Langka Kalimantan

Liputan6.com, Banjarmasin - Penebangan hutan untuk perkebunan karet dan kelapa sawit terus meluas di bumi Kalimantan. Belum lagi pembukaan lahan pertambangan batubara, emas, biji besi dan pembabatan hutan lainnya yang dapat mengamcam kehidupan ribuan spisies tanaman.

Sistem pertanian ladang dan perkebunan yang memanfaatkan herbisida juga memiliki andil yang cukup besar dalam pemusnahan aneka plasma nutfah yang sebenarnya kekayaan yang tak ternilai. Keikhawatiran yang besar akibat kegiatan tersebut adalah buah-buah endemik Kalimantan bisa terancam musnah.

Dari sekian orang yang merasa perihatin akan hilangnya kekayaan alam tersebut satu di antaranya adalah Hanif Wicaksono, pemuda kelahiran Blitar 18 Agustus 1983.

Pemuda berpenampilan sederhana yang bertugas di pedalaman Kalimantan Selatan sebagai seorang tenaga penyuluh program Keluarga Berencana (KB) tertarik atas keberadaan buah-buah endemik ini.

  • Ketika Pemuda Jadi Relawan dan Menghempas Hedonisme
  • Kisah Pemuda Suku Kamoro, Tinggal di Gorong-gorong Hingga Bergelar Doktor
  • Temuan Jimat dan Keanehan Peserta Tes CPNS di Jember

Waktu demi waktu dia terus memperhatikan keberadaan buah-buah endemik tersebut, seraya melakukan pembibitan satu jenis ke jenis lain beberapa tahun belakangan ini.

Tadinya pembibitan dilakukan hanya iseng saja, namun kemudian dia mengaku ketagihan, dan sekarang berniat menyelamatkan plasma nutfah buah-buahan itu sebagai satu kewajiban.

Salah satu lokasi yang menjadi pusat penelitiannya adalah Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan. Dalam suatu penjelajahan di kawasan Marajai seraya mengindentifikasi aneka buah-buahan yang ada di kawasan tersebut, hasilnya mencengangkan, sungguh kekayaan yang luar buasa.

Ditemani Kepala Desa Marajai Adis Setiawan, tim kecil itu mencoba memperhatik an setiap pohon satu per satu sambil membidikkan kamera ke aneka buah yang bergelantungan di atas pohon-pohon tersebut. Banyak buah-buah yang terlihat dan yang sulit ditemui di wilayah lain.

"Kita bersyukur masih ada lokasi lahan yang ditumbuhi aneka buah-buah khas Kalimantan, karena tidak dijadikan kebun karet unggul dan sawit sebagaimana lahan-lahan lainnya di wilayah ini," kata Hanif Wicaksono yang masuk nominasi tujuh terbaik "Satu Indonesia Award" 2018, dilansir Antara.

Lantaran masih tersedianya pohon-pohon buah itu, maka Desa Marajai merupakan wilayah penghasil buah-buahan jenis langka, kata pemuda yang sebenarnya sarjana ilmu komunikasi tersebut. Untuk jenis durian saja mungkin wilayah Marajai yang paling banyak memberikan kontribusi bagi pedagang durian di Balangan.

Beragam durian di Marajai, ada durian berkulit merah yang disebut lahung (durio dulcis) ada durian kuning yang disebut mantaula (Durio kutejensis), ada durian berkulit warna hijau tua, berduri lancip panjang yang disebut mahrawin (Durio oxleyanus), dan aneka jenis durian lainnya.

2 dari 3 halaman

Beragam Buah

Ada pula sembilan jenis tarap-tarapan, seperti kulidang (Artocarpus lanceifolius ), puyian (Artocarpus rigidus) dan lainnya. Buah lainnya yang teridentifikasi di desa bagian dari Pegunungan Meratus tersebut adalah Silulung (Baccaurea angulata) maritam (Nephelium ramboutan-ake) bumbunau (Aglaia laxiflora), babuku (Dimocarpus longan subspecies malesianus), luying/luing (Scutinanthe brunnea).

Kemudian juga ada buah kapul (Baccaurea macrocarpa), kalangkala (Litsea garciae), gitaan / tampirik (Willughbeia angustifolia) dan kumbayau ( Dacroydes rostrata).

Semua yang terindentifikasi tersebut di atas bisa dikatakan sudah langka dan sulit ditemui di daerah lain. Kalimantan Selatan ini termasuk penghasil buah-buahan dengan sekitar 40 spices rambutan, 30 jenis durian, dan puluhan pula species mangga-manggan dan la innya.

Untuk pembibitan guna menyelamatkan buah-buah khas Kalimantan tersebut, Hanif menyisihkan gajinya untuk merintis pembibitan Tunas meratus (konservasi tanaman buah asli Kalimantan) beralamat Jl H M Yusi no 71 Gambah Luar Muka, Kandangan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

"Ketika pindah dari Jawa Timur ke Kalsel tahun 2011 saya menemui berbagai macam buah yang tidak pernah saya lihat di Jawa, hal ini semakin menarik ketika ternyata masyarakat lokal banyak yang belum pernah melihat pohon dari buah-buahan tersebut," katanya.

Tujuan program ini adalah menyelamatkan, mengenalkan dan membudidayakan buah asli Kalimantan karena buah endemik ini sangat layak untuk dibudidayakan namun hingga saat ini masih banyak yang belum diketahui oleh masyarakat luas.

Program ini dibuat untuk membantu pemangku kepentingan dalam menyusun kebijaksanaan baik bidang sumberdaya alam, kehutanan, lingkungan hidup, dan holtikultura. Untuk masyarakat agar lebi h mengenal kekayaan dan keragaman sumberdaya genetik serta membantu memberikan pilihan alternatif konsumsi buah nusantara.

"Didorong rasa senang terhadap tanaman dan bumbu penasaran mulailah saya menjelajah untuk mencari asal dari buah tersebut. Semakin lama ternyata buah yang saya temui semakin banyak dan beragam akhirnya terfikir untuk mengumpulkan tanaman tersebut hingga saat ini," katanya.

3 dari 3 halaman

Posisi Strategis Pohon Buah

Selama lebih dari lima tahun berjalan program ini hanya pernah mendapat bantuan sekali untuk membuat sebuah nursery dari BPTP Kalsel. Selebihnya berjalan dengan menyisihkan dana pribadi.

Kegiatan Tunas Meratus adalah konservasi buah hutan Kalimantan. Salah satu alasan kenapa memilih buah, karena ketika menanam pohon buah masyarakat akan cenderung untuk memelihara. Berbeda bila menanam pohon kayu yang pastinya akan dipanen dengan cara ditebang.

Jadi pemikirannya adalah mempertahankan pohon selama mungkin di mana pohon yang satu itu akan menghasilkan pohon-pohon yang lebih banyak lagi. Secara ekonomi tentu buah akan mempunyai hasil yang berkelanjutan.

Contohnya seperti ini, kasturi (Mangifera casturi) adalah flora identitas Kalimantan Selatan akan tetapi di Kalimantan sendiri tidak ada kebun kasturi maupun orang yang mengebunkan kasturi semua dari hasil alam. Sedangkan di California, kasturi dan beberapa Mangifera endemik asal Kalimantan ini justru sudah di budidayakan.

Belum lagi banyaknya orang-orang luar negeri terutama dan Eropa dan Amerika Selatan yang menghubungi untuk mendapatkan berbagai benih.

"Buat saya ini aneh sekali dimana buah yang saya dapat banyak yang tidak diketahui masyarakat umum, kalaupun ada itupun di pandang sebelah mata di negeri sendiri tetapi malah jadi target buruan di negri orang." tambahnya.

Persoalan ini yang membuat ia semakin ingin mengenalkan buah-buahan lokal ke masyarakat umum secara luas dan tentunya akan berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat yang mau mengembangkanya.

Ini adalah kesempatan untuk mengembangkan buah lokal. Buah baru untuk diselamatkan sekaligus untuk dikelola dengan basis pemberdayaan untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui budidaya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Seorang pria di Desa Jaya Karet, Kalimantan Tengah, nekat membakar rumah dan toko bangunan milik warga. Diduga dendam perselingkuhan menjadi penyebab amarah pria tersebut.

Sumber: Berita Kalimantan Selatan

thumbnail

Posted by On 11:49 PM

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang ...

Selebrita

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Paris

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Paris Hutapea

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Pariswartakota.comHotman Paris Hutapea

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendapatkan aduan dari warga asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang anaknya meninggal di penjara.

Hotman Paris yang merupakan seorang pengacara ternama tanah air memang sering menerima curahan hati warga yang mengalami m asalah hukum.

Hotman Paris kerap mengadakan konsultasi hukum di Kopi Joni, tempat dirinya biasa 'nongkrong' dan rutinnya konsultasi tersebut dilakukan pada akhir pekan.

Masalah-masalah hukum yang dihadapinya tersebut acap kali ia bagikan di akun Instagramnya @hotmanparisofficial dalam bentuk video-video singkat.

Baca: Saran Hotman Paris Lion Air Digugat Rp 1 Triliun Tiap Korban, Fahri Hamzah Langsung Setuju

Baca: Meldi Mau Berdamai dengan Dewi Perssik, Hotman Paris: Nanti Kamu Viralnya Berkurang Dong?

Baca: Hotman Paris Ungkap Kesaksian Pesawat Lion Air JT-610 yang Jatuh Alami Kerusakan Sehari Sebelumnya

Baca: Jadwal MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang Dimajukan Karena Alasan Cuaca Buruk

Berdasarkan video yang dibagikan di Instagramnya Sabtu, (03/11/2018), Hotman Paris rupanya kedatangan seorang pria asal Kalimantan Selatan yang mengadukan kasus anaknya.

Di tempat Hotman Paris duduk, ia dikerubuti beberapa orang, baik yang hanya mendengarkan bahkan mengambil videonya.

Di samping kanannya ada seorang pria berkacamata yang mengenakan baju hijau.

"Salam kopi Joni, kepada bapak Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolres Tanah Bumbu, dan Kapolsek Batu Licin, ini ada warga, waktu ditangkap namanya Hendri, orang tuanya datang ke Kopi Joni dari Kalimantan Selatan, anaknya ditangkap tanpa surat penangkapan," ujar Hotman.

Rupanya anak dari pria tersebut meninggal dunia saat berada di dalam tahanan.

"Surat penangkapannya datang saat anaknya sudah 3 hari ditangkap dan meninggal di tahanan Polsek Batu Licin" lanjutnya.

Lebih lanjut Hotman Paris menanyakan apa yang terjadi setelah orangtua Hendri menemukan anaknya yang sudah tak bernyawa saat ditahan.

Orangtua Hendri pun mengatakan jika saat anaknya ditemukan meninggal, terdapat sejumlah luka tubuhnya.

"Waktu ditemukan di tubuhnya banyak luka dan lebam," tambah pengacara itu mengulangi kata-kata ayah Hendri.

"Kepada Kadiv Propam Mabes Polri tolong segera diturunkan, pengaduan sudah dibikin," tutup Hotman Paris.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida Editor: Restudia Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Kalimantan Selatan

thumbnail

Posted by On 11:49 PM

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang ...

Selebrita

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Paris

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Paris Hutapea

Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Pariswartakota.comHotman Paris Hutapea

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mendapatkan aduan dari warga asal Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan yang anaknya meninggal di penjara.

Hotman Paris yang merupakan seorang pengacara ternama tanah air memang sering menerima curahan hati warga yang mengalami m asalah hukum.

Hotman Paris kerap mengadakan konsultasi hukum di Kopi Joni, tempat dirinya biasa 'nongkrong' dan rutinnya konsultasi tersebut dilakukan pada akhir pekan.

Masalah-masalah hukum yang dihadapinya tersebut acap kali ia bagikan di akun Instagramnya @hotmanparisofficial dalam bentuk video-video singkat.

Baca: Saran Hotman Paris Lion Air Digugat Rp 1 Triliun Tiap Korban, Fahri Hamzah Langsung Setuju

Baca: Meldi Mau Berdamai dengan Dewi Perssik, Hotman Paris: Nanti Kamu Viralnya Berkurang Dong?

Baca: Hotman Paris Ungkap Kesaksian Pesawat Lion Air JT-610 yang Jatuh Alami Kerusakan Sehari Sebelumnya

Baca: Jadwal MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang Dimajukan Karena Alasan Cuaca Buruk

Berdasarkan video yang dibagikan di Instagramnya Sabtu, (03/11/2018), Hotman Paris rupanya kedatangan seorang pria asal Kalimantan Selatan yang mengadukan kasus anaknya.

Di tempat Hotman Paris duduk, ia dikerubuti beberapa orang, baik yang hanya mendengarkan bahkan mengambil videonya.

Di samping kanannya ada seorang pria berkacamata yang mengenakan baju hijau.

"Salam kopi Joni, kepada bapak Kapolda Kalimantan Selatan, Kapolres Tanah Bumbu, dan Kapolsek Batu Licin, ini ada warga, waktu ditangkap namanya Hendri, orang tuanya datang ke Kopi Joni dari Kalimantan Selatan, anaknya ditangkap tanpa surat penangkapan," ujar Hotman.

Rupanya anak dari pria tersebut meninggal dunia saat berada di dalam tahanan.

"Surat penangkapannya datang saat anaknya sudah 3 hari ditangkap dan meninggal di tahanan Polsek Batu Licin" lanjutnya.

Lebih lanjut Hotman Paris menanyakan apa yang terjadi setelah orangtua Hendri menemukan anaknya yang sudah tak bernyawa saat ditahan.

Orangtua Hendri pun mengatakan jika saat anaknya ditemukan meninggal, terdapat sejumlah luka tubuhnya.

"Waktu ditemukan di tubuhnya banyak luka dan lebam," tambah pengacara itu mengulangi kata-kata ayah Hendri.

"Kepada Kadiv Propam Mabes Polri tolong segera diturunkan, pengaduan sudah dibikin," tutup Hotman Paris.

(Banjarmasinpost.co.id/noor masrida)

Penulis: Noor Masrida Editor: Restudia Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Kalimantan Selatan

no image

Posted by On 5:47 AM

Pemilik Akun yang Hina Islam Ditangkap di Kalimantan Selatan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi menangkap M Sodikin, pelaku ujaran kebencian dan SARA melalui media sosial. Pria berusia 21 tahun itu ditangkap setelah memposting konten penghinaan terhadap agama Islam, ulama, dan lembaga pemerintahan melalui akun Instagram @rezahardiansyah7071 dan akun Facebook bernama Reza.

"Pelaku membuat dan menyebar konten-konten yang menghina ulama dan agama Islam, kepala negara dan lembaga pemerintahan dengan nada provokatif melalui akun Instagram @rezahardiansyah7071 dengan menggunakan identitas orang lain," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Jakarta, Rabu (31/10/2018).

  • Buntut Panjang Komentar Panas Mahasiswa di Medan soal Pembakaran Bendera Tauhid
  • Ketua DPRD Gorontalo Utara Minta Isu SARA Tak Ada saat Pemilu 2019
  • VIDEO: Minggu Depan Ahmad Dhani Kembali Diperiksa Polisi

Pelaku ditang kap di Kelurahan Loktabat Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Selasa 30 Oktober 2018 malam. Kepada polisi, pelaku mengaku kesal dengan pacar temannya sehingga memfitnah menggunakan konten ujaran kebencian melalui media sosial.

"Motifnya, pelaku marah kepada teman satu kelasnya bernama Putri sehingga membuat akun palsu dengan identitas dari pacar Putri yaitu Iwan Prasetiawan supaya temannya ketakutan karena pacarnya ditangkap polisi," ungkap Dedi.

Dalam akun tersebut terdapat beberapa gambar yang memperlihatkan seseorang menginjak Alquran. Dia juga memposting nomor telepon serta tulisan yang bernada hinaan terhadap Islam, serta menantang kepolisian dan ormas tertentu.

Gambar-gambar itu diakui pelaku diperoleh dari internet dan diunggah ulang. Sementara nomor telepon yang diposting diambil dari postingan sejumlah akun publik figur.

"Pelaku juga membuat akun palsu di media sosial Intagram dengan nama @humaspolresbanjar_, namun akunnya sudah dihapus pihak Instagram," kata Dedi.

2 dari 2 halaman

Barang Bukti

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa satu buah laptop, satu buah modem, satu buah ponsel, dan satu buah akun @reza_hardiansyah_7071 (akun baru setelah akun sebelumnya @rezahardiansyah7071 dihapus pihak Instagram). Saat ini pelaku masih diperiksa intensif penyidik Polda Kalimantan Selatan.

Akibat perbuatannya itu, pelaku dijerat dengan Pasal 51 ayat 1 jo Pasal 35 dan Pasal 45A ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Saksikan video pilihan di bawah ini

Polda Jawa Timur telah menetapkan musisi Ahmad Dhani menjadi tersangka ujaran kebencian.

Sumber: Berita Kalimantan Selatan

thumbnail

Posted by On 10:30 AM

Ini Jadwal Test SKD atau CAT CPNS Pemprov Kalsel 2018 serta ...

CPNS 2018

Ini Jadwal Test SKD atau CAT CPNS Pemprov Kalsel 2018 serta Lokasinya, Catat Tatatertib Pelaksanaan

Jumlah Pelamar CPNS di Lingkup Pemprov Kalsel yang lulus administrasi sebanyak 6.502 dan yang akan diambil sebanyak 382 orang.

Ini Jadwal Test SKD atau CAT CPNS Pemprov Kalsel 2018 serta Lokasinya, Catat Tatatertib PelaksanaanTribun BaliIlustrasi CPNS 2018

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jumlah Pelamar CPNS di Lingkup Pemprov Kalsel yang lulus administrasi sebanyak 6.502 dan yang akan diambil sebanyak 382 orang.

Bbagi Anda yang ikut pendaftaran CPNS 2018 Instansi Provinsi Kalsel, dapat mengikuti tes sesuai Jadwal Seleksi Kompetensi Dasar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) Provinsi Kalsel.

Dari jadwal yang diumumkan oleh Setdaprov Kalsel, pelaksanaan tes akan di lakukan, Sabtu (3/11/2018) sampai dengan Senin (5/11/2018) di lokasi Setdaprov Kalsel.

Baca: Jadwal Tes SKD Kemenag CPNS 2018 Diumumkan 5 hari Sebelum Pelaksanaan, Cek di sscn.bkn.go.id

Baca: Lokasi, Jadwal Tes SKD Pendaftaran CPNS 2018 Kemenag, Cetak Kartu Ujian di Sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal dan Link Pengumuman CPNS Kemenkumham 2018 Serta Tahapan Tes Usai CAT

Dalam pelaksanaan Masing-masing 5 (lima) sesi perhari yaitu

Sesi I pukul 08:00 â€" 09:30. Wita

Sesi II pukul 10:00 â€" 11:30. Wita

Sesi III pukul 12:00 â€" 13:30 Wita

Sesi IV pukul 14:00 â€" 15:30 Wita

Sesi V pukul 16:00 â€" 17:30 Wita.

"Ya benar, untuk intansi Provinsi Kalimantan Selatan, akan dilakukan di Idham Chalid mulai tanggal 3 sampai 5 No vember," kata Aya, Humas Kareg BKN, VIII, Banjarmasin, Selasa (30/10/2018).

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Nurholis Huda Editor: Edinayanti Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Kalimantan Selatan

thumbnail

Posted by On 10:30 AM

DLH Kalsel : Tahun Ini Hanya Satu Perusahaan di Kalsel yang ...

Berita Banjarbaru

DLH Kalsel : Tahun Ini Hanya Satu Perusahaan di Kalsel yang Dapat Bendera Hijau

Tahun ini hanya ada satu perusahaan di Kalsel yang mendapatkan bendera hijau dalam Proper Daerah.

DLH Kalsel : Tahun Ini Hanya Satu Perusahaan di Kalsel yang Dapat Bendera Hijauistimewa/ DLH KalselChairul Kamal memperlihatkan piala bendera hijau

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tahun ini hanya ada satu perusahaan di Kalsel yang mendapatkan bendera hijau dalam Proper Daerah.

Penilaian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan ini diikuti 24 perusahaan di Kalsel.

Dari 24 perusahaan yang ikut, 23 diantaranya mendapatkan be ndera biru, sementara satu perusahaan mendapatkan bendera hijau. Sementara bendera merah, hitam dan emas tidak ada.

Sedangkan dua perusahaan yang tahun lalu mendapatkan bendera merah tahun ini tak bisa mengikuti penilaian.

Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Iklas Indar mengatakan tahun ini jumlah peserta penilaian Proper lebih banyak dari tahun yang hanya 22 perusahaan.

Baca: Kakak Maia Estianty, Pinky Evianty Ungkap Pembagian Tugas Saat Persiapan Pernikahan Adiknya

Baca: Hasil Persib Bandung vs Bali United : Skor Akhir 1-1, Gagal Kejar Persija di Klasemen Liga 1 2018

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 28 Usai Hasil Persib vs Bali United 1-1 & Hasil Persija vs Barito 3-0

Baca: Maia Estianty Unggah Foto Kenakan Gaun Pengantin Setelah Pernikahannya Dengan Irwan Mussry

Capaian Proper daerah sendiri terangnya juga lebih banyak yaitu 100 persen, dari tahun lalu hany a 85 persen.
"Tahun ini tidak ada yang dapat bendera merah, kalau tahun kemarin kan empat yang dapat, dua diserahkan ke Pemerintah daerahnya untuk dilakukan penegakan," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (30/10/2018).

Tambah Kasi Penilaian Kinerja DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Chairul Kamal dua perusahaan yang tahun lalu mendapatkan bendera merah berturut-turut diserahkan ke daerah untuk dilakukan penegakan yaitu PT Conch dan Hotel Royal Jelita di Tabalong.

Akibatnya dua perusahaan yang mendapatkan bendera merah tersebut masih tak bisa mengikuti penilaian Proper.

"Tahun ini ada satu perusahaan mendapatkan bendera hijau yaitu PT Arutmin," ujarnya.

Perusahaan yang mendapatkan bendera biru dan hijau akan mendapatkan sertifikat dan piala Proper sesuai warna bendera.

Halaman selanjutnya 12
Penulis: Milna Sari Editor: Rendy Nicko Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Kalimantan Selatan