www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir ...

Posted by On 5:03 PM

Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir ...

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: SABTU
16 DESEMBER BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

FEATURE

Jumat, 15 Desember 2017 15:23 Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru

Bermain Sumpit Setelah Mengarungi Laut

MAIN SUMPIT: Wartawan loka l di Kotabaru asyik memainkan sumpit, senjata tradisional suku Dayak di Hutan Mangrove Desa Langadai sambil mengenakan pakaian adat yang disediakan warga.

PROKAL.CO, Tombak ulin yang tengahnya berlubang mereka angkat ke depan wajah. Kemudian mereka tiup pangkalnya, wuuuus..., melesat mata sumpit tajam menancap dalam ke sasaran.

------------------------------------------------

Zalyan Shodiqin Abdi, Langadai

------------------------------------------------

Kamis (14/12) pagi kemarin belasan wartawan yang bertugas di Kabupaten Kotabaru berangkat ke Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir. Menggunakan tiga buah speedboat kecil dari pusat kota.

Sekitar pukul 0 8.00 speedboat berangkat dari Pulau Laut ke Pulau Kalimantan, memotong selat. Sekitar sepuluh menit, speedboat sampai ke muara Desa Langadai. Operator memelankan laju speedboat karena alur laut yang menyempit dan banyak pemancing lokal berlabuh dengan sampan kecil mereka.

Kanan dan kiri rimbun pepohonan bakau. Sekitar sepuluh lima belas menit menyusuri muara, kami pun tiba di dermaga desa. Di dermaga terlihat Kades Langadai Punding, dan beberapa petinggi PT Indocement Tunggal Prakasa (ITP) Tarjun.

Desa Langadai tampak sepi. Rumah warga berjejer dekat dermaga. Agak ke tengah ada Kantor Desa. Kami kemudian diajak Kepala Desa dan petinggi ITP menuju Hutan Mangrove, objek wisata bakau.

Tidak jauh ternyata, berjalan kaki sekitar sepuluh menit melalui jembatan atau titian yang disemen lantainya, sampai kami Hutan Mangrove. Ada apa di sana? Semuanya pohon bakau, tumbuh menjulang.

Bergantian pihak desa dan perusahaan menjelaskan objek wisata Hutan Mangrove. Bahwa wisata itu meraih penghargaan di kalangan perusahaan sekala nasional. Dan lain-lainnya.

Namun bagi penulis yang terbiasa memancing di pesisir bakau, pemandangan Hutan Mangrove di Langadai tidak ada yang khusus. Sama saja dengan hutan bakau yang lain. Bahkan di sana tidak ada terlihat adanya hewan yang biasa ada di bakau, misalnya bekantan atau lainnya.

"Tapi orang luar negeri sudah ada ke sini, mereka suka. Bagi kita mungkin biasa, tapi bagi orang Jakarta atau yang belum pernah, hutan bakau ini kata mereka tenang dan segar," ujar Asisten GM PT ITP Agus Erfien.

Hal senada juga disampaikan SSECSR Dept Head PT ITP Teguh Iman Basoeki. "Tahun ini tadi dari catatan kami sudah ada dua ribuan wisatawan ke sini," ujarnya. Wisatawan itu kata Teguh sebagian berasal dari jaringan perusahaan.

Penulis pun memberikan saran kepada desa dan perusahaan, bahwa Hutan Mangrove mesti memiliki daya tarik jika ingin menggaet wisatawan secara maksimal. Sepert i misalnya melakukan pengembangan budidaya madu hutan mangrove, atau kegiatan lainnya, sehingga wisatawan tidak hanya melihat hamparan pohon bakau.

"Makanya kami undang rekan-rekan wartawan agar kita bisa dialog mengembangkan kawasan ini. Sekarang juga ada paket naik sepeda keliling hutan, ini digagas Agus Erfien karena dia suka gowes," kata CSR Section Head Nor Imansyah.

Namun pihak desa juga kemudian mengakui kendala mendatangkan wisatawan adalah transportasi. Jika lewat darat memang terbilang jauh dari pusat kota. Yang paling efisien adalah layanan speedboat, hanya saja harganya yang lumayan menguras kantong jika sekadar hanya untuk melihat hutan bakau.

Jelang tengah hari, Kades Langadai Punding kemudian mengeluarkan beberapa pakaian adat dari dalam plastik. Juga ada dua buah tombak ulin sepanjang dua meter. Tombak itu berlubang bagian tengahnya. "Ini namanya sumpit, senjata khas suku Dayak Kalimantan," jelas Punding sembari mengeluarkan b eberapa mata sumpit yang terbuat dari bambu tajam.

Untuk apa sumpit dan pakaian adat itu? Kata Punding itu adalah paket terbaru. Pengunjung hutan bakau, akan diberikan fasilitas tersebut untuk merasakan sensasi bermain sumpit di dalam hutan.

Penasaran, beberapa wartawan termasuk penulis kemudian memakai baju adat, dan secara bergantian memakai sumpit. Berat ternyata, karena tombak yang jadi media utama senjata sumpit terbuat dari kayu ulin.

Di depan sudah disediakan papan yang ditempeli gabus, sebagai target sasaran. Benar saja, dengan sekali tiup mata sumpit di dalam tombak melayang cepat dan menancap dalam ke papan gabus. Sekadar gambaran, jarak penyumpit ke papan target sekitar empat sampai lima meter.

Pengalaman memakai sumpit suku Dayak di hutan bakau ternyata menimbulkan rasa ketagihan. Para wartawan berebut, karena baju adat hanya ada tiga dan senjata sumpit hanya dua buah. "Kalau yang ahli, itu bisa membidik dari jarak jauh sekali," kata Ardiansyah, wartawan lokal di Kotabaru.

Sayangnya dalam aksi bermain sumpit itu tidak ada warga asli suku Dayak di sana. Tidak ada juga ahli yang bisa menjelaskan, apa itu sumpit dan bagaimana cara pemakaian yang benar. Jadi hanya sekadar hiburan saja.

Usai bermain sumpit kami pun makan bersama di tengah hutan. Makanan khas pesisir, ada kepiting udang dan lainnya. Sebelum Zuhur acara selesai, para wartawan pun kembali ke dermaga desa untuk kembali ke kota.

Perjalanan pulang lebih lambat, karena angin sudah bertiup kencang membuat speedboat ukuran kecil harus meliuk-liuk dihantam gelombang. Beberapa kali air laut masuk ke dalam speedboat yang penulis tumpangi.

Mendekati Pulau Laut, jelas terlihat hamparan hutan bakau di beberapa daerah. Bakau memang pemandangan umum di pesisir Kabupaten Kotabaru, bukan saja sebagai habitat ikan juga batangnya sering ditebang warga untuk berbagai keperluan.

Menjadikan hutan bakau sebagai objek wisata populer seperti nya pilihan yang tidak mudah. Karena objek wisata pantai, danau dan pegunungan menawarkan kemudahan akses dan fasilitas yang lebih beragam. Tapi bagi yang ingin menghirup oksigen segar di pesisir, serta berteman nyanyian serangga laut atau jika beruntung bertemu sarang madu hutan, bakau mungkin bisa jadi pilihan. (by/ram)

BERITA TERKAIT
  • Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan
  • Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda
  • Meriahnya Perayaan Baayun Maulid di Masjid Nurul Amilin
  • Pukulan Telak Bagi Guru D aerah Terpencil
  • ML Siang-Malam, Iwak Karing Bikin Hipertensi
  • Bekantan dan Kerbau Rawa Terancam Tergusur
  • Konsisten Melatih Panting Sejak Usia Dini
  • Menengok Kelompok Perajin di Kampung Purun Banjarbaru
  • Hebat! Siswa SMKN 1 Binuang Raih Prestasi Berkat Film Dokumenter
  • Kurung-Kurung, Tradisi Dayak Piani Sambut Tanam

BACA JUGA

Jumat, 15 Desember 2017 14:46

Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional

Atlet National Paralympic Committe (NPC) asal Kabupaten Balangan, menjadi buah bibir pada perhelatan… Rabu, 13 Desember 2017 15:15

Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS

Bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), bercerita secara terbuka tentang penyakit yang dialaminya bukanlah… Selasa, 12 Desember 2017 14:22

Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris

Komandan Pangkalan TNI AL Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Oky IZ Dipura bergabung dalam kursus NATO (Pakta… Sabtu, 09 Desember 2017 16:36

Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum

Ada komunitas unik di Kota Amuntai. Para personelnya rutin membagikan nasi bungkus setiap Jumat pagi.… Jumat, 08 Desember 2017 18:37 Mereka Mantap jadi Pegulat (Bagian II, Habis)

Gulat Tak Sekadar Prestasi, Tapi juga Ladang Rezeki

Gulat tak hanya memenuhi harapan atlet muda yang perlu perbaikan rezeki. Namun, membuka pintu bagi atlet… Kamis, 07 Desember 2017 16:27 Mereka Memilih jadi Pegulat (1)

Dibesarkan Loncat Indah, tapi Sukses di Gulat

Ina menoreh prestasi di loncat indah, tapi kemudian jenuh dan kepincut gulat. Sedangkan Adam harus memberontak… Selasa, 05 Desember 2017 14:01

Masyarakat Lawan Pemburu Telur Penyu

Sejak dinyatakan sebagai salah satu hewan langka oleh pemerintah, penyu dan telurnya tak lagi diperjualbelikan.… Selasa, 05 Desember 2017 11:49

Duel Berdarah Lagi di Kelayan, Begini Kronologisnya

BANJARMASIN - Dua orang pria dilarikan ke rumah sakit berbeda karena terlibat perkelahian menggunakan… Senin, 04 Desember 2017 15:30

Memprihatinkan..!! Sulitnya Akses Pendidikan di Pulau Sembilan

Tak hanya persoalan kesehatan, masyarakat Pulau Sembilan juga masih tertinggal dalam urusan pendidikan.… Sabtu, 02 Desember 2017 19:47

Naik Kapal Perang, Terjang Gelombang Dua Meter

Dengan kecepatan angin 15 sampai 30 knot, kapal perang yang kami tumpangi bertolak dari Dermaga Stagen,… Melihat Tradisi Mandi Kebal di Hulu Sungai Selatan Aksi Bagi Nasi Bungkus dari Komunitas Sijum Pengalaman Danlanal TNI AL Banjarmasin Selama Mengikuti Kursus Militer di Inggris Melihat Kiprah Kelompok Dukungan Sebaya Pengidap HIV/AIDS Wayang Kulit Banjar Hibur Pengunjung Perpusda Kisah Atlet Paralympic Balangan Berprestasi di Nasional dan Internasional Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru
  • SMS Ancaman Gagal Halangi Angket
  • Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sungai
  • Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM
  • Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit
  • ADA APA? Ratusan Warga Serbu KPUD HSS
  • Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora
  • Setengah Hari di Hutan Mangrove Langadai Kelumpang Hilir Kotabaru
  • Fokus Penguatan Kader Lingkungan
  • Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat
  • Pantau Persiapan Penilaian Akreditasi
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Kotabaru

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »