Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

Posted by On 2:11 PM

Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: MINGGU
17 DESEMBER BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | SOCIETY | KOMBIS

BANUA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:05 Tahun ini Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai KEBANGGAAN: Nelayan Pulau Sembilan, Kotabaru sedang memperbaiki alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini.

PROKAL.CO, BANJARBARU â€" Penyerahan ribuan paket bantuan alat tangkap ikan (API) dari Kementerian Perikanan dan Kelautan (KP) RI untuk nelayan-nelayan kecil di Kalimantan Selatan tak bisa tuntas tahun ini. Otomatis, hanya segelintir nelayan yang bisa mendapatkan dan menggunakannya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Syaiful Azhari mengungkap penyerahan bantuan lanjutan bakal dilaksanakan tahun depan. Dijelaskannya, bantuan alat tangkap ikan ini tak hanya diberikan untuk nelayan Kalsel. Para nelayan yang ada di provinsi lain juga mendapatkan bantuan. "Maka dari itu, ketersediaan alat tangkap terbatas," ujar Syaiful kepada Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu.

Diketahui, adanya langkah bant uan dari pemerintah pusat ini dilakukan lantaran tren penggunaan alat tangkap ikan berupa lampara dasar mini masih banyak digunakan para nelayan sekitar. Alat tangkap yang rata-rata digunakan oleh nelayan kecil Kotabaru dan Tanah Laut tersebut dianggap tak ramah lingkungan. Dasar hukumnya berada tercantum pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.71 Tahun 2016

Yang menjadi soal, pemerintah pusat hanya memberi batas waktu sampai 31 Desember 2017 untuk penggunaan alat tangkap yang dimaksud. Jika nelayan ngotot menggunakan lampara dasar mini lewat dari masa dispensasi, siap-siap saja diamankan aparat hukum.

Lantas, bagaimana nasib nelayan yang namanya sudah tercantum dalam daftar penerima bantuan alat tangkap, akan tetapi, tak ikut kebagian lantaran ketersediaan alat tangkap terbatas? Ambil kasus, penyerahan bantuan di nelayan kecil Kotabaru yang terkonsentrasi di Desa Rampa, Kotabaru. "Memang, baru sekitar seribu lebih nelayan yang mendapatkan bantuan. Sisany a belum. Saya kurang ingat persisnya," bebernya.

Diterangkannya, meski bakal berbenturan dengan hukum, persoalan ini bakal dikoordinasikannya dengan Kementerian KP dan Dinas Perikanan dan Kelautan kabupaten/kota di Kalsel. "Koordinasi yang dimaksud terkait apakah bakal diperpanjang dispensasinya atau tidak, soalnya keputusan ada di pusat," ujarnya.

Selanjutnya pihak provinsi juga bakal mengusahakan berkoordinasi dengan aparat keamanan di kawasan perairan Kalsel. Jika memang kebetulan nelayan yang bersangkutan tertangkap aparat keamanan, nelayan tinggal bilang belum mendapatkan bantuan. “Saya kira hal ini bisa dilakukan. Jangan anggap persoalan ini seperti kiamat lalu nelayan tak bisa apa-apa," pungkasnya.

Sementara itu, akademisi dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Lambung Mangkurat, Dr Erwin Rosadi mengatakan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota harus mengupayakan langkah koordinasi dengan aparat keamanan sekitar. & quot;Jangan sampai nelayan dihalangi mencari penghasilan lantaran bukan karena kesalahan mereka sendiri," tegas Erwin.

Selain upaya koordinasi, pemerintah daerah juga harus melakukan kajian lebih dalam bersama akademisi mengenai alat tangkap yang diberikan oleh pusat. Jangan sampai alat tangkap yang diberikan tak sesuai dengan kondisi ekosistem perairan Kalsel. "Meski sudah diklaim ramah lingkungan, apakah alat tangkap yang diberikan bisa setara atau lebih menghasilkan daripada lampara dasar mini? Kondisi ini yang bikin runyam," ujarnya.

Diungkapkannya, pihak provinsi memang sudah ada berkunjung ke FPK ULM. Namun, dari pihak provinsi tak bisa segera melakukan pengkajian bersama tim akademisi. "Anggaran terbatas. Jadi juga bakal dilanjutkan pada tahun 2018," tambahnya.

Namun, menurut Erwin, idealnya proses pengkajian alat tangkap tak bisa dilaksanakan dengan waktu yang instan. "Pengalaman saya, penelitian bisa dilakukan sampai satu t ahun," bebernya. Hasilnya, dosen FKP ULM ini mengharapkan agar pemerintah daerah terus mengupayakan langkah koordinasi agar masyarakat tetap bisa melaut dengan rasa aman. (dom/yn/ram)

BERITA TERKAIT
  • Jatah Raskin di Banjarbaru Masih Kurang
  • Aliansi Mahasiswa Banjarbaru Galang Dana Peduli Indonesia
  • Kediaman Ilmi Akhirnya Dikunjungi Para Dermawan
  • KASIANNYA.. Ayo Dibantu, Penyakit Limfoma Grogoti Leher Ilmi
  • Menengok ke Rumah Milik Sala di Sultan Adam Banjarmasin
  • Dinas Ketahanan Pangan Kalsel Bagi-Bagi Beras Gratis
  • Sedikit Lagi, Jalan ke Sungai Gampa Nyaris Rampung
  • < li> Kemendikbud RI Beri Bantuan Takola untuk 15 SD di Banjarmasin
  • Tahun ini Penerima Raskin di Banjarmasin Dipangkas
  • Innalillah, Rio Remaja Penderita Leukemia Berpulang

BACA JUGA

Sabtu, 16 Desember 2017 15:08

Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran

BANJARBARU - Sebanyak 21 nama peserta pemilihan jabatan pimpinan tinggi pratama yang lolos tiga besar… Sabtu, 16 Desember 2017 14:54

Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut

KANDANGAN â€" Jalan empat kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS); jalan di Kecamatan Kandangan,… Sabtu, 16 Desember 2017 11:56

PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap

BATULICIN - Hutan di Indonesia sudah masuk kategori kritis. Dalam jurnal terbaru, setiap tahunnya… Sabtu, 16 Desember 2017 11:54

Besok, S MPC Digelar di RTH Pasar Minggu

BATULICIN - Kegiatan Senam Minggu Pagi Ceria (SMPC) akan kembali digelar Minggu (17/12), di Ruang… Sabtu, 16 Desember 2017 11:50

Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah

BATULICIN - Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tanah Bumbu menggelar Sosialisasi… Jumat, 15 Desember 2017 15:59

SMS Ancaman Gagal Halangi Angket

MARTAPURA - Sebuah SMS dikirimkan seseorang ke handphone H Akhmad Rozani. Isinya adalah ancaman kepada… Jumat, 15 Desember 2017 15:38

Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit

KANDANGAN â€" Arus Sungai Amandit yang meluap dan berarus kuat setelah hujan yang turun sejak Kamis… Jumat, 15 Desember 2017 15:26

Truk Besar Masih Kuasai Jalan Trikora

BANJARBARU - Belum ada tindakan dari instansi terkait, Bundaran Trikora berdekatan dengan Masjid Agung… Jumat, 15 Desember 2017 15:19

Fokus Penguatan Kader Lingkungan

BANJARBARU - Para kader lingkungan Banjarbaru Go Green and Cle an Kamis (14/12) kemarin mendapatkan penghargaan… Jumat, 15 Desember 2017 15:15

Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat

BATULICIN - DPRD Tanbu menyetujui Raperda Penanggulangan Prostitusi, Perumahan dan Permukiman menjadi… Warga Tuding BRI Selewengkan Miliaran Rupiah Hii Seremm..!! Kata Warga Pertokoan Citra Plaza Menakutkan Semua Agen Gas Elpiji di Kalsel Akan Dipanggil Gubernur Bawakan Pidato Upacara dalam Bahasa Inggris Aktor Lokal Film Perang Banjar Ternyata Tak Dibayar Bakal Lucu Nih, Pemko-Pemprov Bang un Jembatan Bersebelahan Agrowisata Jeruk Disini Terancam Tutup ASTAGA..!! Muncul Satu Kasus Mirip Difteri di Banjarbaru Puluhan Rumah di Desa Walangku Tergenang Banjir Dewan Inginkan Ada Pasar Batu Permata
  • Memilih Pejabat, Nadjmi: Bukan karena Teman, Apalagi Bayaran
  • Tahun ini Penyerahan Bant uan Alat Tangkap Ikan Tak Selesai
  • Alhamdulillah, Banjir di HSS Akhirnya Surut
  • PRIHATIN..!!! Tiap Tahun 15 Miliar Pohon Lenyap
  • Besok, SMPC Digelar di RTH Pasar Minggu
  • Permudah Sistem Pengelolaan Keuangan Daerah
  • SMS Ancaman Gagal Halangi Angket
  • Ngamuk Bawa Parang, Polisi Datang Langsung Bercebur ke Sun gai
  • Terdakwa Kasus Suap Beberkan Suap Lain di PDAM
  • Astaga..!! Empat Rumah di Desa Malutu Ditelan Sungai Amandit
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Liputan 24 Kotabaru

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »