GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orang

BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orang

Berita Tabalong BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orang Sebanyak 70 Penanggung jawab Operasional (PJO) mengikuti Seminar Awareness Anti Napza di au…

BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orang

Berita Tabalong

BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orang

Sebanyak 70 Penanggung jawab Operasional (PJO) mengikuti Seminar Awareness Anti Napza di aula Tabalong Islamic Centre, Rabu (29/8/2018).

BNN : Pengguna Narkoba di Kalsel Mencapai 59.590 Orangistimewa/ humas Adaro

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sebanyak 70 Penanggung jawab Operasional (PJO), manajemen, serta karyawan dari Adaro dan kontraktor serta sub-kontraktornya, mengikuti Seminar Awareness Anti Napza di aula Tabalong Islamic Centre, Rabu (29/8/2018).

Seminar yang dibuka Djoko Soesilo, CRM Department Head PT Adaro Indonesia ini, menghadirkan Kepala BNN Kalimantan Selatan, Brigjen Pol Nixon Manurung sebagai pembicara.

Baca: Live Streaming Vietnam vs Korea Selatan Semifinal Sepak Bola Asian Games 2018 Streaming Vidio.com

Menurut Nixon, saat ini Indonesia telah menjadi target sasaran utama pemasaran dan pengedaran narkoba oleh sindikat nasional maupun internasional.

Dia juga menyampaikan, sebanyak 5 juta orang Indonesia dari total penduduk 250 juta orang, menjadi penyalahguna narkoba.

Untuk di Kalimantan Selatan sendiri, jumlah pengguna narkoba cukup fantastis. Data tahun 2017 menunjukkan angka 59.590 orang atau hampir 2 persen dari total penduduk Kalimantan Selatan menggunakan narkoba.

Baca: Ribuan Warga Kalsel Diprediksi Hadiri Haul Datu Sanggul Ke-254

“Pemberantasan narkoba ini tak cukup hanya dilakukan oleh pihak berwajib. Seluruh lapisan masyarakat harus turun tangan,” tegas Nixon.

Lebih lanjut, Nixon menjelaskan berbagai dampak negatif yang diakibatkan oleh narkoba, dari s isi kesehatan, ekonomi, hingga sosial.

Sementara itu, Dian Sugiharto, Industrial Hygiene & Occupational Health Section Head mengatakan, seminar ini diadakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para karyawan tambang mengenai bahaya narkoba.

Baca: Besok Final Liga 3 Asprov Kalsel di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Ini Catatan Menarik Kedua Tim

Selain memberikan pemahaman dalam bentuk seminar seperti ini, Adaro juga memiliki strategi untuk memberantas narkoba di kalangan karyawan.

Caranya dengan melakukan drug test dalam MCU (medical check up) secara periodik bagi seluruh karyawan.

“Komitmen Adaro jelas terhadap pengguna narkoba. Jika ada karyawan yang menggunakan narkoba, langsung dikeluarkan,” pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman Editor: Rendy Nicko Sumber: Banjarmasin Post Ikuti kami di Beredar Video Jokowi Nonton Pertandingan Asian Games di Pos Polisi, Duduk Sendirian Sumber: Berita Kalimantan Selatan

No comments